Makanan Murah di Singapura

Sebagai salah satu kota utama dunia dan surga belanja paling populer di kawasan Asia Tenggara, Singapura memang bukan tempat yang murah. Soal mahalnya Singapura ini bukan hanya kesan semata, karena negara tetangga terdekat kita ini memang masuk ke dalam jajaran kota-kota termahal dunia. Dalam daftar ini urutan Singapura juga termasuk papan atas, ranking ke-5 pada tahun 2016. Kota-kota terkemuka seperti New York di Amerika Serikat, Jenewa di Swiss, Moskow yang merupakan Ibu Kota Rusia, lewat semua.

Lalu kalau kantong kita pas-pasan, bisakah kita menikmati liburan di negara ini? Tenang. Bisa-bisa saja koq. Setelah membahas pilihan hotel murah di Singapura pada postingan lalu, kali ini kita lihat pilihan makanan murah di Singapura. Bagaimanapun kalau soal perjalanan, termasuk perjalanan wisata, hotel dan makanan merupakan elemen yang sangat penting dan biasanya menyedot porsi anggaran yang cukup besar. Tentunya harus disadari juga. Murah ala SIngapura tidak bisa serta-merta kita samakan dengan murah ala Indonesia. Jadi ya menyiapkan anggaran sedikit lebih dibandingkan dengan perjalanan wisata ke destinasi-destinasi wisata tanah air memang perlu.

Pilihan Makanan Murah di Singapura

1. Nasi Ayam

Soy sauce chicken rice kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia mungkin kira-kira artinya “nasi ayam bumbu kecap”. Tempat yang paling populer untuk menikmati menu makanan yang satu ini adalah Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice and Noodle. Chef Chan Hon Meng yang mengomandani restoran ini memang sudah sangat berpengalaman. Konon dia sudah menjual menu yang satu ini selama lebih dari 30 tahun. Sering kali orang harus antri berjam-jam untuk menikmati sajian daging ayam yang lembut dan gurih yang ditumpuk begitu saja di atas nasi dengan tambahan kacang rebus dan tentu saja bumbu kecapnya.

Untuk sepiring nasi ayam ini kita hanya perlu membayar $2 saja. Ketagihan dengan rasa gurihnya? Bisa juga memesan setengah ekor ayam dengan harga $7.

2. Laksa

Sajian yang satu ini merupakan kuliner khas Melayu sehingga populer di negara-negara yang banyak dihuni etnis yang masih memiliki hubungan budaya dengan bangsa kita ini, terutama Malaysia dan Singapura. Salah satu tempat menikmati laksa yang sangat populer di Singapura adalah Sungei Road Laksa. Nama menjelaskan semuanya. Dagangannya hanya satu macam menu saja, laksa. Lokasinya di jalan yang bernama Sungei Road.

Sajian berkuah kental yang dimasak di atas arang ini sepertinya sengaja dibuat tidak terlalu pedas sehingga cocok untuk semua orang. Mereka yang suka pedas, tinggal tambahkan sambal yang tersedia sebanyak yang diinginkan. Diatasnya ditambahkan irisan fishcake, semacam otak-otak, dan kerang.

Semangkuk laksa yang gurih menggoda ini harganya $3.

3. Nasi Padang

Sulit menyebut kota di seluruh tanah air ini yang tidak ada restoran Padang-nya. Selain rasanya yang khas dan dapat diterima hampir semua kalangan, etnis ini memang dikenal sebagai perantau handal yang banyak menuai sukses dalam berbagai bidang di perantauan. Tidak hanya di tanah air, jejak perantauannya juga sampai di sejumlah negara tetangga, tidak terkecuali Singapura. Nasi Padang merupakan bagian yang tidak terpisahkan lagi dari khasanah kuliner Singapura yang memang datang dari sejumlah budaya berbeda.

Diantara gerai nasi Padang di Singapura, yang sangat populer adalah Nasi Padang Hj. Maimunah. Menjelang jam makan siang biasanya para pengunjung sudah mulai antri. Bukan hanya karena kelaparan, tapi karena takut tidak kebagian. Menu paling populer dan karenanya cepat habis adalah rendang dan sambal goreng.

Selain aneka sajian khas rumah makan Padang seperti yang biasa kita temui di berbagai kota di Indonesia, Nasi Padang Hj. Maimunah memiliki satu menu yang sangat khas, unik dan langka, namanya “lemak siput sedut”, siput laut yang dimasak dengan kuah santan.

Sekali makan di tempat ini biasanya menghabiskan sekitar $4.

4. Wonton & Char Siew

Yang satu ini lagi-lagi sepertinya datang dari daratan China. Memang selain etnis Melayu, China dan India merupakan bagian besar lain dari komposisi demografis Singapura. Wonton itu sejenis pangsit rebus. Sementara char siew kurang lebih adalah daging panggang. Menu ini disajikan dengan mi. Jadi dalam satu mangkuk disajikan tumpukan mi yang ditaburi irisan char siew. Sementara di mangkuk lain tersaji wonton dalam kuah kaldu.

Diantara sekian banyak gerai yang menwarkan menu ini, Nam Seng Noodles and Fried Rice merupakan yang paling populer. Sekali makan cukup merogoh saku sekitar $4-$5 saja.

5. Chapati dengan Keema Kambing

Yang satu ini berasal dari tradisi kuliner India. Chapati merupakan sejenis roti khas India yang dibuat dari gandum India yang dikenal dengan nama “atta”.  Seperti kebanyakan roti khas India, chapati tidak mengembang seperti roti tawar yang biasa kita lihat. Chapati sendiri tidak tawar, sudah ada sedikit rasa asin dan gurih, tapi memang lebih enak kalau dimakan bersama sajian lain. Sama seperti kita makan nasi uduk, meskipun sudah ada sedikit rasa asin dan gurih, tetap saja kita memakannya dengan aneka lauk.

Azmi Restaurant menyajikan berbagai pilihan menu, tapi untuk berpasangan dengan chapati, yang konon paling cocok adalah keema kambing ini. Keema adalah daging giling yang dimasak dengan aneka rempah. Keema sendiri sebetulnya bukan murni datang dari India tetapi merupakan akulturasi budaya kuliner Arab ke dalam tradisi India.

Harganya? %5.2 saja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *