Daya Tarik Wisata Singapura – Bagian 1

Apa yang menjadi pertimbangan anda saat memilih tempat wisata untuk dikunjungi? Pastinya daya tariknya dulu kan? Setelah itu baru hal-hal lainnya, termasuk perkiraan biaya yang diperlukan. Kalaupun misalnya biaya yang diperlukan untuk berkunjung ke tempat itu relatif murah, bisa dengan mudah diakomodasi oleh ketebalan dompet kita, kalau kurang menarik ya buat apa? Benar kan?

Lalu apa daya tarik wisata Singapura yang membuatnya layak dikunjungi? Mahal lho! Memang ada banyak trik untuk membuatnya menjadi cukup bersahabat dengan dompet, tapi yang secara umum sih memang mahal. Tapi biarpun mahal toh tetap saja banyak yang berkunjung kesana. Mau tahu apa daya tarik wisata Singapura yang membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata populer? Lanjut ya.

Daya Tarik Wisata Singapura

#1 Kuliner Singapura

Dari sekian banyak daya tarik Singapura yang sanggup menarik wisatawan untuk berjunjung konon adalah kuliner. Singapura ini memang unik. Meskipun merupakan negara paling makmur setidaknya di kawasan Asia Tenggara, masyarakat Singapura gemar makan di luar rumah, dan saat makan di luar rumah mereka tidak pergi ke restoran tetapi ke “hawker center”, semacam pujasera dimana sejumlah kios kecil yang menjajakan aneka masakan berjejer di bagian tepi sementara di tengah-tengah ada banyak meja dan kursi yang bisa dipilih untuk tempat bersantap.

Bicara soal hawker center ini, di Singapura ada banyak, bukan cuma satu-dua. Meskipun memang hanya sebagian diantaranya populer di kalangan wisatawan.

Kalau kita ingin menikmati warisan kuliner dari semua etnis yang menghuni pulau kecil ini, tinggal datang saja ke salah satu hawker center dan memilih makanan mana yang kita inginkan. Bicara kuliner khas ini biasanya kurang-lebih inilah pengelompokannya: Melayu, China, Thai, India, “Barat”, dan Peranakan. Kalau soal kuliner, di Singapura memang unik, masing-masing membawa tradisi kuliner turun temurun dari leluhurnya. Menu yang ada dan bisa dinikmati saat ini, sama persis dengan makanan yang disajikan di meja keluarga leluhur mereka bergeneras-generasi sebelumnya.

Di hawker center anda bisa menikmati semua di satu tempat, tinggal pilih. Dan yang paling penting harganya relatif ramah di kantong. Biasanya hanya berkisar di antara $2 sampai $4 per porsi.

#2 Tradisi Singapura

Di Indonesia mungkin kita cukup terbiasa dengan perbedaan, karena negara kita memiliki lebih dari 700 suku bangsa. Lalu apa yang menarik dengan Singapura? Di Singapura kita melihat bukan beberapa suku bangsa tapi beberapa bangsa hidup berdampingan, masing-masing dengan tradisinya sendiri-sendiri. Selain itu wilayah Indonesia sangatlah luas. Suku Sunda menempati luasan wilayah Jawa Barat dan Banten, Suku Jawa menempati luasan wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara di Singapura, ketiga bangsa tersebut menempati sebuah pulau yang luasnya lebih kecil dari Jakarta.

Resminya Singapura mengakui 3 bangsa, yaitu China, Melayu dan India. Meskipun masing-masing memiliki kawasan khusus sendiri dimana denyut kehidupannya terasa hampir sama dengan negara asalnya, di bagian lain mereka hidup bercampur.

Keberadaan kawasan etnis ini sudah ada dari sejak jaman pemerintahan kolonial Inggris di bawah komando Gubernur Jendral Sir Stamford Raffles.

Kawasan pecinan yang dikenal dengan sebutan Chinatown disediakan untuk kaum pendatang dari daratan China pada tahun 1828. Suasana China klasik masih tetap terasa, meskipun perubahan fungsi juga memang sudah banyak terjadi. Kesan kumuh dan berbahaya sudah berubah menjadi rapi, bersih dan aman. Sementara rumah-rumah yang pada masa lalu banyak dijadikan tempat perdagangan candu sudah berubah menjadi kantor, museum, dan hotel.

Sementara itu Bangsa Melayu yang merupakan “pribumi” menempati kawasan di sekitar Istana Kesultanan yang sekarang berubah menjadi Pusat Warisan Melayu. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Kampong Glam. Memasuki Little India yang merupakan “daerah kekuasaan” bangsa India, suasananya bisa terasa bukan hanya dari apa yang kita lihat tapi juga dari apa yang kita cium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *