3 Macam Alat Sterilisasi Di Rumah Sakit & Klinik

Salah satu prosedur yang wajib dilakukan di rumah sakit atau pusat – pusat pelayanan medis lainnya yaitu proses sterilisasi. Apa itu sterilisasi ? Yaitu sebuah tindakan menghilangkan mikroorganisme patogen yang menempel pada satu alat tertentu dengan menggunakan cara fisik atau kimiawi. Cara fisik yaitu dengan pemanasan, dan kimia dilakukan dengan zat – zat desinfektan.

alat sterilisasi di rumah sakit

Sterilisasi fisik dilakukan dengan menggunakan alat sterilisasi atau sterilisator. Ada beberapa macam atau jenis alat sterilisasi yang biasanya digunakan di rumah sakit. Berikut ini adalah beberapa macam alat sterilisasi yang sering digunakan di rumah sakit dan klinik.

1. Autoclave

Pemanasan dalam proses sterilisasi ini ada dua macam, yaitu dengan menggunakan uap atau tanpa uap (kering). Autoclave adalah alat sterilisasi fisik yang bekerja dengan menggunakan panas uap. Biasanya proses sterilisasi ini dinamakan sterilisasi basah. Autoclave terdiri dari beberapa bagian diantaranya adalah elemen pemanas yang berfungsi untuk memanaskan air.

Seperti anda ketika menanak (kukus) makanan, autoclave bekerja demikian namun berada di dalam ruangan yang bertekanan tinggi, karena tutup autoclave cukup rapat dan hanya ada katup pelepas tekanan yang kecil apabila tekanan di dalam melebihi batasnya.

2. Sterilisator kering

Disebut juga dry heat sterilisator  atau sterilisator kering, digunakan pada proses sterilisasi yang menggunakan panas kering, atau panas radiasi yang dihasilkan dari elemen infra merah dan atau ozon. Bentuk alat ini hampir menyerupai almari dengan dua buah pintu atas dan bawah. Masing – masing memiliki metode sterilisasi sendiri – sendiri. Sterilisator kering juga cukup banyak macam dan modelnya, tergantung dari merk dan proses produksinya.

3. Lampu UV Sterilisasi

Alat yang ini tidak seperti pada point nomor 1 dan nomor 2 karena lampu uv sterilisasi merupakan alat medis yang berfungsi untuk mensterilkan ruangan. Ada beberapa ruangan rumah sakit yang harus dalam kondisi steril seperti ruang operasi, ruang bayi dan beberapa ruang yang lainnya. Untuk menggunakan lampu ini, diperlukan kehati – hatian karena cukup berbahaya untuk mata. Oleh sebab itu, biasanya lampu ini dihidupkan dengan sistem remot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *